Kamis, 26 Januari 2012

Musibah Terbesar Umat Islam


Musibah terbesar umat Islam adalah meninggalnya teladan dan pembawa risalah Ilahi ini yaitu Rasul Muhammad Saw. Tidak hanya manusia yang mengalami duka bahkan penghuni bumi ini akan merasakan kehilangan karena begitu halus dan lemah lembutnya beliau, sekaligus satu-satunya orang yang sangat memahami Allah. 

“Dan, sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al Qalam:4)

Bahkan Umar bin Khatab adalah salah satu sahabat Rasul tidak percaya bahwa rasul mulia telah meninggal sehingga membuat kegaduhan didepan rumah rasul, hingga setelah diingatkan oleh Abu Bakar barulah ia sadar dan ia pun mengangis.

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kalian berbalik kebelakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik kebelakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan member balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Al Imran:144)

Tetapi apalah daya semua sudah diatur oleh Allah yang menciptakan kita dan tugas kita adalah meneladani sang teladan paripurna serta meneruskan perjuangan beliau. Kemudian kepemimpinan Islam dilanjutkan dengan khulafaur Rasidin yang menyebarkan Islam hingga 2/3 benua telah dinaungi bendera Islam (subhanallah) serta membebaskan manusia dari kezaliman. Setelah berlalu masa itu maka tonggak kepemimpinan dilanjutkan system-sistem kekhalifahan selama kurang lebih 1400tahun peradaban Islam tegak dibumi Allah.
Musibah selanjutnya adalah hancurnya kekhilafahan Turki pada tahun 1924 M oleh manusia laknattulah Mustafa kemal Atartuk yang mampu memporak-porandakan umat Islam, sehingga mendorong para ulama-ulama untuk membuat suatu perbaikan dimanapun ia berada. Begitu juga yang dilakukan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna semoga Allah merahmati beliu. Beliau mencoba mengajarkan masyarakat dibumi mesir untuk mengamalkan ajaran islam dan kembali pada Al Qur’an dan sunnah. Alhasil banyak orang yang terwarnai akan kebaikan beliau dan kembali kepada Al quran dan sunnah. Dan ternyata allah sang pemiliki takdir menghendaki bahwa dakwah beliau sampai pada bumi Indonesia lewat tarbiyah.
Melihat kondisi masyarakat yang sangat beraneka ragam permasalah dari segi ekonomi yang dikuasai oleh kapitalis-kapitalis, sistem yang tidak kberdasarkan Alqur’an yang pasti mendatangkan banyak kemudharatan buat umat manusia, adanya perang pemikiran yang dilancarkan oleh Barat dan antek-anteknya sehingga moral Bangsa Indonesia menjadi terpuruk dan dikukung pula banyaknya misionaris yang menghalalkan segala cara untuk mengalihkan aqidah umat Islam terutama didaerah pelosok-pelosok daerah, naudzubillah semoga Allah segera mendatangkan pertolongan untuk umat ini.
Berbekal dari permasalahan diatas maka malu bagi kita yang tidak memiliki kepekaan dengan kondisi-kondisi umat tersebut.

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan dan menyuruh kepada yang ma’ruf dan cegahlah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (Al Imran:104)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar