Musibah
terbesar umat Islam adalah meninggalnya teladan dan pembawa risalah Ilahi ini
yaitu Rasul Muhammad Saw. Tidak hanya manusia yang mengalami duka bahkan
penghuni bumi ini akan merasakan kehilangan karena begitu halus dan lemah
lembutnya beliau, sekaligus satu-satunya orang yang sangat memahami Allah.
“Dan, sesungguhnya kamu
benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al Qalam:4)
Bahkan
Umar bin Khatab adalah salah satu sahabat Rasul tidak percaya bahwa rasul mulia
telah meninggal sehingga membuat kegaduhan didepan rumah rasul, hingga setelah
diingatkan oleh Abu Bakar barulah ia sadar dan ia pun mengangis.
“Muhammad itu tidak lain
hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah
jika dia wafat atau dibunuh kalian berbalik kebelakang (murtad)? Barangsiapa
yang berbalik kebelakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada
Allah sedikit pun, dan Allah akan member balasan kepada orang-orang yang
bersyukur.” (Al Imran:144)
Tetapi
apalah daya semua sudah diatur oleh Allah yang menciptakan kita dan tugas kita
adalah meneladani sang teladan paripurna serta meneruskan perjuangan beliau. Kemudian
kepemimpinan Islam dilanjutkan dengan khulafaur Rasidin yang menyebarkan Islam
hingga 2/3 benua telah dinaungi bendera Islam (subhanallah) serta membebaskan
manusia dari kezaliman. Setelah berlalu masa itu maka tonggak kepemimpinan
dilanjutkan system-sistem kekhalifahan selama kurang lebih 1400tahun peradaban
Islam tegak dibumi Allah.
Musibah
selanjutnya adalah hancurnya kekhilafahan Turki pada tahun 1924 M oleh manusia
laknattulah Mustafa kemal Atartuk yang mampu memporak-porandakan umat Islam,
sehingga mendorong para ulama-ulama untuk membuat suatu perbaikan dimanapun ia
berada. Begitu juga yang dilakukan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna semoga Allah
merahmati beliu. Beliau mencoba mengajarkan masyarakat dibumi mesir untuk
mengamalkan ajaran islam dan kembali pada Al Qur’an dan sunnah. Alhasil banyak
orang yang terwarnai akan kebaikan beliau dan kembali kepada Al quran dan
sunnah. Dan ternyata allah sang pemiliki takdir menghendaki bahwa dakwah beliau
sampai pada bumi Indonesia lewat tarbiyah.
Melihat
kondisi masyarakat yang sangat beraneka ragam permasalah dari segi ekonomi yang
dikuasai oleh kapitalis-kapitalis, sistem yang tidak kberdasarkan
Alqur’an yang pasti mendatangkan banyak kemudharatan buat umat manusia, adanya
perang pemikiran yang dilancarkan oleh Barat dan antek-anteknya sehingga moral
Bangsa Indonesia menjadi terpuruk dan dikukung pula banyaknya misionaris yang
menghalalkan segala cara untuk mengalihkan aqidah umat Islam terutama didaerah
pelosok-pelosok daerah, naudzubillah semoga Allah segera mendatangkan pertolongan untuk
umat ini.
Berbekal
dari permasalahan diatas maka malu bagi kita yang tidak memiliki
kepekaan dengan kondisi-kondisi umat tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar